Pengumpan:
Tulisan
Komentar

Hmmm….mungkin aku saat ini kehilangan jati diriku sebagai seorang blogger….
attitude yang salah dari seorang blogger ….melupakan rutinitas seorang blogger..(as Adieska , one of Blogger Sumut,said at http://adieska.net/2009/09/attitude-blogger-yang-salah.html). Lihat saja postingan terakhirku…udah berapa bulan gak ngeblog…..Benar-benar attitude yang salah atau mungkin malah sudah kehilangan jati diri sebagai seorang blogger..

Yah….apa boleh buat…belakangan ini aku semakin sibuk…(*pura2 sibuk?).
Urusan pekerjaan yang semakin ribet….(*maklum….buruh IT :D ), kuliah (KULI AH ?), dan mengembangkan Our Dream Project, Batakpedia.

Aku malah harus rela menghemat waktu istirahat, jarang latihan biola (padahal pengennya kaya Vanessa Mae :p), apalagi motret-motret (ini lagi….ilmu photographi yg gak nambah2….).. Yahhh wassalam….

Aku tidak tahu apakah kesibukan ini yang mencuri perhatianku atau aku kah yang semakin malas?…Entahlah…

Jika teman-teman di weekendnya jalan2, malam minggunya dating, dll…, aku menghabiskan waktuku di rumah.
(tentu saja gak jalan-jalan karena gak ada duit. Gak pacaran di malam minggu, karena gak punya pacar…hahahaha:p). Yah aku membantu kakakku beres-beres rumah. Bila kakakku mencuci pakaian, maka bagianku untuk menyetrika. Bila kakakku memasak, maka aku yang mengepel rumah…(*terbuktikan aku adek yang baik…heheh:D). Kakakku sebenarnya bilang gak usah ku bantuin, namun bagiku it’s not fair jika hanya kakakku yang bekerja. Yah….mungkin sebagian teman laki-laki malas untuk mengerjakan hal-hal tersebut. Namun aku tidak mau memanfaatkan kakakku.. Ini jaman emansipasi

Untuk bulan ini (dan mungkin bulan depan) aku bakalan absen ngeblog….Jadwal berikut ini akan menyita perhatian dan waktuku :

    • Minggu depan mengikuti ujian perkuliahan..(pray for me yah…:D),
    • Migrasi ISP di kantor,
    • Clustering Oracle (Oracle RAC),
    • Tuning PostgreSQL

Saya menerima banyak sekali feedback baik melalui  email, chat, atau komen2 terhadap aplikasi, baik yang saya kembangkan pribadi atau tim kami BatakPedia.(feedback ini berbanding lurus dengan spam yang saya terima tiap hari…hahahahaha)

Feedback dari Anda sangat saya hargai, meski ada aja suara sumbang yang seenak perut menuntut ini itu. Saya memaklumi hal tersebut, apalagi kebanyakan end user adalah orang awam yang tidak tahu betapa sulitnya membuat aplikasi yang sesuai keinginan pengguna. Harap dicatat tidak ada aplikasi/sistem yang sempurna dan tidak ada developer/programmer/pengembang yang sempurna..Nobody’s perfect. Lanjut Baca »

tolong jangan bilang siapa-siapa
sebab jikapun kau berbicara
hanya akan menambah masalah
tak akan ada yang mendengarkan suara kita
tolong jangan katakan apa-apa

sudahlah…kita berhenti saja
tolong jangan tanyakan mengapa
kakiku tak kuat lagi untuk melangkah
sampai disini cukuplah sudah
tubuhku sudah letih lelah

tolong jangan bilang jika bukan kita lalu siapa
karena itu hanya akan menambah perihnya luka
sudahlah, lupakan saja….

kita tak perlu menyesali semua
kita sudah mencoba apa yang kita bisa
hanya saja memang belum masanya

tolong katakan pada mereka
mereka yang muda yang berkarya
mereka yang masih mampu untuk bicara dan melangkah
bahwa kitapun sudah mencoba
hanya saja memang belum terlaksana

ada saatnya berhenti, ada saatnya melangkah
ada saatnya bersedih, ada saatnya tertawa
dan sekaranglah saatnya untuk berhenti
untuk mengumpulkan semangat dan tenaga tuk nanti
dan sekaranglah saatnya untuk merenungi
untuk koreksi apa yang sudah kita lakukan
untuk intropeksi diri

akh….memang masih banyak yang belum tercapai
memang kita tak akan bisa mengulang semua
tapi masih ada kesempatan yang tersisa
saatnya untuk melangkah
sudah saatnya kita semua berjalan bersama

Note : Previously post updated
reason : post saya tadi pagi banyak yang salah ketik dan salah pemilihan kata. Maklum baru bangun pagi-pagi langsung kepikiran ngeblog sambil memikirkan dirinya pula :D

Barangkali ada yang lagi membutuhkan Kamus Jepang – Indonesia dan Indonesia – Jepang di Android. Saya mengembangkan JIDict : sebuah kamus sederhana Jepang – Indonesia dan Indonesia – Jepang.
Mengapa saya membuatnya? ngapain capek2 kan udah banyak aplikasi kamus yang keren-keren termasuk Google Translate?
Untuk aplikasi kamus Jepang – Indonesia sendiri untuk android sudah ada, tetapi berbayar.
https://market.android.com/details?id=jap.ind.dictionary&feature=search_result Price: $2.33
https://market.android.com/details?id=com.appkey.dictionary&feature=search_result Price: $19.55

Saya mencoba menggunakan Google Translate untuk Jepang-Indonesia dan Indonesia-Jepang, namun sepertinya entry databasenya belum banyak (kamus ini juga masih belum banyak sih….). Namun untuk menggunakan Google Translate membutuhkan koneksi Internet, padahal tidak semua orang bisa setiap saat menggunakan Internet (biaya dan lokasi yang tidak memungkinkan mengakses Internet).

Jadi saya kepikiran untuk membuatkan versi free nya (since I’m also an  Open Source  Activists  :D ) yang tidak membutuhkan koneksi Internet.
Mohon maaf untuk developer aplikasi berbayar tersebut, saya tidak bermaksud merugikan Anda.

Lagipula saya lebih senang memakai hasil kerja kerasku daripada memakai buatan orang lain atau musti membajak. Ada kepuasan tersendiri menggunakan hasil kerja keras kita walau tidak sebagus buatan orang lain. (Don’t blame me for such reason :D ).

Sebenarnya saya ingin membuat aplikasi ini dengan style Iphone…(since I like Iphone very much although till now I don’t have any Iphone device :D ). Namun berhubung akhir bulan ini saya akan menghadapi ujian, maka Iphonic style dan fitur-fitur lain sementara dihold dulu. Kenapa langsung saya release? Well..sebenarnya aplikasi ini sudah mulai dikerjakan sekitar 7 bulan yg lalu, namun berhubung masih banyak kekurangan dan databasenya masih sedikit, baru sekarang dirilis :D . Takutnya kalo gak dirilis cepat2…bisa kelupaan nantinya :D

Berikut ini screenshoot tampilannya :

RELEASE :
V 1.0
- JIDict is freeware (you do not have to pay :D ) and offline mode (so Internet connection is not needed).
- Perform a quick search because the database is in the device.

FITUR :

- Japanese – Indonesian (52386 kata)
Pencarian dengan Romaji (bahasa Jepang dengan huruf Latin).
Secara logik program harusnya pencarian dengan huruf Jepang (Hiragana?) bisa, tapi saya belum mengetesnya.

- Indonesian – Japan (5700)
Harap maklum, kosakata akan segera diupdate jika ada penambahan baru.

- Proverb
Fitur ini sengaja dihilangkan karena kosa katanya belum selesai diterjemahkan dari English – Japanese dan Japanese-English.

- Google Translate
Google Translate. Fitur ini memanfaatkan Google Translate untuk mencari kata-kata yang tidak ada dalam database kamus. Membutuhkan koneksi Internet. Namun, since Google API v1 sudah tidak available (deprecated with Google API v2). Google Translate API v2 is now hanya tersedia sebagai layanan berbayar (1 M characters of text: $20.00), So akhirnya fitur ini diremove.
Detailnya silahkan baca http://code.google.com/apis/language/translate/overview.html

- Japanese Alfhabet Translator
Fitur ini menggunakan DroidSansJapanese. Namun karena berhubung ukurannya sangat besar (size fontnya saja 1.146KB), akhirnya fitur ini diremove. Sebagai gantinya saya merekomendasikan Anda menggunakan SIMEJI https://market.android.com/details?id=com.adamrocker.android.input.simeji. Tersedia dengan gratis.

Berhubung 3 fitur terakhir yang lumayan bagus sengaja dihilangkan, aplikasi ini hanyalah simple dictionary.

Saya berencana akan memperbaikinya di next Version jika ada waktu (saya tidak janji :D ).
Expected Next Version:
- Penambahan database
- AutoSync database, setiap ada update di server akan langsung di sinkronisasi dengan database local ketika ada koneksi ke Internet.
- Japanese Calendar
- Insert, update, delete (in progress).

REQUIREMENT :
Android 1.6 and up
Testing dengan menggunakan Sony Ericsson Xperia Android 2.1 (pinjaman dari pak Made :D ).

CREDIT
Ucapan Terima Kasih kepada :

- I Made Alit Antartika
- WWWJDIC www.csse.monash.edu.au

Bagi yang ga disebutkan jangan marah…apalagi nangis yah…:-)

LISENSI

Kamus di release gratis untuk penggunaan perseorangan ( personal ) maupun organisasi, dengan syarat :

-   Hak cipta ( copyright ) tetap ada pada penulis.
-   Tidak melakukan reverse engineering.

DISCLAIMER

Penulis tidak bertanggung jawab dengan segala kerugian yang disebabkan pemakaian aplikasi ini, termasuk kesalahan translasi.

Feeback

Any feedback : kritik, saran, kontribusi vocab, dan donasi, please contact me.

Download:

Android Market : https://market.android.com/details?id=com.juvenesia.jidict&feature=search_result

Tak henti-hentinya aku berdecak kagum..Wanita tua itu ternyata masih sangat cekatan.Walau wajahnya sudah berkeriput namun kelincahannya tidak kalah dengan gadis mungil yang disampingnya. Aku taksir wanita tua itu berusia 55 tahun keatas, sementara gadis mungil itu berusia sekitar 15-an..

Aku merogoh saku..ternyata masih ada 1 lembar 1o-ribuan…Tiba-tiba aku ingin membeli gorengan wanita tua itu. Bukan karena lapar, namun karena rasa kagum kepada wanita tua itu.

“Pisang gorengnya lima ribu, bu” Kataku sambil menyodorkan uang lima ribu tadi. “Pisang gorengnya udah habis..yang sisa tinggal tahu isi dan bakwan” Jawab Wanita tua itu. Lanjut Baca »

Bagaimana rasanya?

Bagaimana rasanya jika kamu menerima undangan pernikahan dari orang yang pernah ‘dekat’ kepadamu? Yah bagaimana rasanya ya? Maaf cerpen dan pernyataan ini gak bermaksud menyinggung perasaan seseorang.

seseorang yang pernah ‘menyukaimu’, bahkan mungkin ‘mencintaimu’ dan kamu pun menyukainya, hanya saja saat itu kamu merasa berteman lebih sreg,lebih enak,lebih seru (whateverlah istilahnya :D ) dibanding pacaran.

Ketika kamu tidak pernah lagi bertemu dengannya, bahkan kehilangan komunikasi. Selang beberapa tahun kamu bisa bertemu dengannya di dunia maya…Saat kamu putuskan kamu benar-benar menyukainya, kamu mendapat undangan…ternyata dia akan menikah.

Inilah yang saat ini terjadi padaku. Sialnya ini yang ketiga kalinya. Dia bahkan tidak mengundangku secara langsung ke pesta pernikahannya. Dia mengundangku melalui teman kami…Kata teman tersebut, dia tidak berani menghubungiku secara langsung apalagi berjumpa denganku. Padahal kantorku dan kantornya tidak terlalu jauh…Ya..aku juga maklum koq..apalah yang bisa diharapkan dari diriku?

Rasanya seperti nonton sinetron aja…dan akulah sebagai salah satu pemerannya. Tanpa ku sadari dia menjadi salah satu anugrah yang terindah yang pernah ku lewatkan..yah ku akui aku terlalu asyik dengan duniaku..aku tidak peka seperti kata teman-teman. Karena wanita ingin dimengerti (kata Ada Band)

*sesal kan tiada arti
karna semua tlah terjadi
kini kau tlah menjalani
sisa hidup dengannya

Mungkin salahku melewatkanmu,
tak mencarimu sepenuh hati…
Maafkan aku
Kesalahanku melewatkanmu
hingga kau kini dengan yang lain…
Maafkan aku

mantan pacar yang pertama menikah dengan seorang dokter….”wah”
mantan pacar yang kedua menikah dengan managernya…..”mewah”
dan yang terakhir seseorang yang cukup dekat…menikah dengan pria perlente…hmmmm

sementara diriku hanyalah seorang buruh IT. Wajar sih…apalagi hanya mengharapkan sesuatu yang tidak pasti dari seseorang yang kadang terlalu idealis seperti diriku…

**semoga hutang janji dan harapanmu yang dulu terucap padaku
tidak menjadi batu sandungan dalam hidup rumah tanggamu….

Aku sebenarnya ingin menghadiri pesta pernikahanmu, tapi aku tidak ingin kehadiranku mengusik kebahagianmu. Aku hanya berharap suatu saat kita bisa bertemu lagi, meski tak mungkin menumbuhkan perasaan itu lagi.

Aku masih ingat kata-katamu yang dulu sewaktu kita masih duduk dibangku SMA : “Orang yang mencintaimu akan selalu berharap dan akan terus mendoakanmu agar bahagia, meski dia tidak akan bahagia dengan kebahagianmu itu.”
Maka saat ini aku mengucapkannya padamu meski engkau tak mendengarnya, tak tahu atau mungkin tidak mau tahu. “Orang yang mencintaimu akan selalu berharap dan akan terus mendoakanmu agar bahagia, meski dia tidak akan bahagia dengan kebahagianmu itu

meski sebenarnya aku tidak tahu perasaanku padamu…selama ini aku belum pernah mencintai siapapun, hanya ‘menyukai’….Ya tentu saja kecuali keluargaku…

bersambung…….

*Lirik lagu yang terlewatkan – Sheila on 7
** dikutip dari status sesorang di facebook, sepertinya tidak nyambung dengan kisah undangan ketiga… Maksa banget :p Yah namanya juga lagi belajar jadi penulis :D

Note : menjadi seorang penulis merupakan salah satu cita-citaku dulu….Dalam penulisan sastra (terutama puisi dan prosa/cerita) saya lebih menyukai mengambil dalam sudut pandang orang pertama. Alasannya tentu saja supaya tidak ada yang tersinggung.

Tulisan Sebelumnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.