Feeds:
Pos
Komentar

Sebenarnya saya sudah lama ingin menuliskan ini, tapi gak sempat-sempat (rasanya waktu 24 jam sehari dan 7 hari seminggu itu kurang :D). Pas sempat. kadang lupa (yah…mau gimana lagi, usia memang tidak pernah bohong :lol).
Belakangan ini saya sering tidak puas dengan pelayanan maupun produk yang saya pergunakan. Mungkin berhubung karena sudah banyak makan asam garam (usia memang sudah tidak terlalu muda lagi :lol), atau karena ekspektasi yang saya harapkan terlalu tinggi (ada banyak faktor, salah satunya harga produk atau layanan yang memang cukup mahal, kualitas produk maupun pelayanannya tidak sebanding), saya sering mengeluh.

Keluhan saya biasanya saya sampaikan secara langsung, belum pernah menggunakan media (saya dari dulu sudah tahu YLKI dan Surat Pembaca di berbagai media massa). Salah satu yang membuat saya malas menggunakan media untuk menyampaikan keluhan adalah kemungkinan dianggap melakukan pencemaran nama baik, fitnah, atau apa pun istilahnya (Masih segar dalam ingatan kasus Prita Mulyasari – Rumah Sakit Omni Internasional), dan jujur saja saya sedikit takut (dulunya). Faktor lainnya adalah saya takut jika saya punya urusan lain di kemudian hari akan dipersulit. Yah pada dasarnya saya ingin bermain aman. Pernah dulu ada masalah dengan layanan perbankan (kejadiannya tahun lalu), namun saya memilih untuk “melawan dalam diam”, melawan tanpa kekerasan istilah kerennya (orang bilang ini adalah “Ahimsa” ajaran Mahatma Gandhi). Ya cukup sekali saja, setelah itu saya tidak akan menggunakan layanan atau produk tersebut (jika tidak terpaksa :D).

Nah, kali ini saya tidak akan membahas banyak mengenai rasa malas atau takut untuk menyampaikan keluhan konsumen, yang pastinya bukan hanya dialami oleh saya sendiri, tapi ada banyak orang yang saya yakin mengalami hal yang sama. Mungkin akan saya tuliskan lain waktu. Fokus saya peran media massa, Internet, dan YLKI.

Dengan adanya Internet, harus saya akui informasi keluhan konsumen sangat cepat disampaikan. Produsen maupun penyedia layanan rata-rata sudah punya website yang menyediakan layanan konsumen, nomor telepon, email, chat dan berbagai layanan di websitenya. Bahkan juga membuat akun di sosial media, sebut saja Twitter dan Facebook; selain sebagai media promosi-marketing, akun sosial media tersebut juga menjadi sarana layanan konsumen. Sebelum tren ini muncul (yang mana juga salah satu pengaruh e-commerce), konsumen memilih menghubungi via telepon dan atau mengirimkan surat kepada produsen atau penyedia layanan yang bersangkutan. Konsumen yang lain (yang punya waktu dan lebih ‘cerdas’) memilih bukan hanya menyampaikan ke internal produsen atau penyedia layanan, tetapi juga ke publik. Ada yang mengirimkan keluhan ke surat pembaca media massa, dan berhubung saat akses Internet semakin mudah, langsung mengirimkan via email atau form Surat pembaca. Beberapa konsumen yang memiliki website atau blog, akan memposting keluhan tersebut di website atau blog masing-masing (sampai sekarang masih banyak yang melakukan hal ini). Sementara konsumen yang lain akan memposting keluhan kepuasan konsumen berupa status di media sosialnya (seperti Facebook dan Twitter), belakangan ini keluhan via media sosial banyak disorot oleh media massa. Namun, sangat disesalkan YLKI (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia), sebuah organisasi-lembaga yang bergerak dalam Layanan Konsumen, tidak cukup aktif dan cepat untuk menampung keluhan konsumen. Sangat disayangkan YLKI hanya sebagai “kota mati”, tidak proaktif sebagai lembaga Konsumen Indonesia. Tidak percaya? Silahkan Anda cek sendiri websitenya. Padahal posisi YLKI sebenarnya sangat strategis dan vital dalam hal ini.
*Setelah saya cek, ada beberapa website menyediakan layanan keluhan konsumen, misalnya: MediaKonsumen.com, Konsumen.Org, dsb.

Tentu saja ini sangat menggembirakan, keluhan kita sebagai konsumen akan lebih cepat tersampaikan. Konsumen paling tidak akan merasa lebih tenang jika sudah direspon oleh produsen atau penyedia layanan (meskipun belum tentu akan diselesaikan :p). Ya tentu saja akan semakin cepat ditangani, kalau tidak reputasi produsen atau penyedia jasa tersebut akan turun, kemungkinan terburuk akan “hancur”ūüėÄ. Selain itu keluhan-keluhan tersebut sangat berguna menjadi track-record, history bagi calon konsumen dalam memilih produk atau layanan, maupun¬† bagi konsumen dalam menyampaikan keluhan.

Berikut ini adalah ukuran standar cetak foto:

  • 3R = 8,89 x 12,7 cm = 3,5 x 5 inchi
  • 4R = 10,16 x 15,24 cm = 4 x 6 inchi
  • 5R = 12,7 x 17,78 cm = 5 x 7 inchi
  • 8R = 20,32 x 25,4 cm = 8 x 10 inchi
  • 10R = 25,4 x 30,48 cm = 10 x 12 inchi
  • 12R = 30,48 x 39,37 cm = 12 x 15,5 inchi
  • 16R = 40,64 x 50,8 cm = 16 x 20 inchi
  • 20R = 50,8 x 60,96 cm = 20 x 24 inchi
  • 24R = 60,96 x 80 cm = 24 x 31,5 inchi
  • 30R = 75 x 100 cm = 30 x 40 inchi

Tidak dapat dipungkiri gereja adalah salah satu institusi yang tidak transparan mengenai masalah keuangan. Beberapa lembaga gereja tidak memiliki sistem keuangan yang baik, bahkan dengan sengaja dibiarkan buruk sehingga peluang manipulasi tersedia. Banyak kasus penggelapan dan penyunatan harta ‚ÄúTuhan‚ÄĚ yang terjadi demi kepentingan pribadi pimpinan dan dewan-dewan gereja. Contohnya sangat banyak, masih segar diingatan kita kasus penjualan tanah PSKD di samping Kantor PGI Salemba, juga kasus gereja di Singapura). Bahkan tak jarang Gereja menjadi media pencucian uang (money laundry). Sungguh ironis sekali!

Pada akhir tahun 2015 dan tahun baru 2016 kemarin saya mendapat selebaran/informasi mengenai keuangan gereja. Hal ini tentu saja sangat bagus, dan jujur saja ini sangat terkejut karena hal ini jarang saya temui. Jujur saya hanya membaca sekilas, tidak sampai melakukan crosscheck/audit. Saya kembali terkejut membaca saldo keuangan gereja dengan jumlah dana yang fantastis (ratusan juta, bahkan mungkin miliaran). Dan lebih terkejut lagi ketika pimpinan, dewan, bahkan jemaat membanggakan hal tersebut.

Gereja ( dan pelayanan lainnya) bukanlah institusi yang mencari keuntungan.

Kalau mau cari keuntungan kenapa gak buat jadi PT saja sekalian.

Ini artinya gereja tidak maksimal mengerjakan pelayanan (ok, kita asumsikan bahwa target pelayanan sudah tercapai semua ( yang mana saya sangat meragukan hal tersebut), tapi seharusnya bisa dibuat untuk pelayanan koinonia-marturia-diakonia lain. Gereja dan pelayanan di daerah banyak yang kekurangan dana, comdev (community development) banyak yang belum dikerjakan, pelayanan anak jalanan-marginal. Akh tidak usah jauh-jauh, untuk jemaat gereja sendiri bagaimana? Untuk jemaat yang sakit atau meninggal saja, berapa dialokasikan? Nilai yang diberikan sangat kecil, tidak etis menyebutkan angkanya. Tapi yang pastinya nilai yang diberikan oleh gereja tersebut hanya sumbangan 1 orang di pelayanan persekutuan alumni.

Prinsip ekonomi “menabung”? Kekhawatiran kekurangan dana? Halo, saya bukan orang yang munafik, saya juga khawatir kekurangan dana sehingga saya perlu menabung (meski pada kenyataannya saya tidak pernah bisa menabung). Allah memelihara hidup kita. Saya tidak perlu mengutip ayat-ayat di Alkitab mengenai hal ini. Burung-burung di udara saja Tuhan pelihara, bunga bakung di ladang didandaniNya begitu indah.

Jangan kamu kuatir, burung di udara Dia pelihara …

Jangan kamu kuatir, apa yang kau makan minum pakai …

Jangan kamu kuatir, Bapa di surga memelihara“.

Lagu ini kerap kita nyanyikan di gereja. Nadanya enak, liriknya bagus dan menghibur hati. Apakah gereja belum mengimani hal ini?

Efek dari ketimpangan dana ini salah satunya adalah para pendeta dan pelayan berebut untuk bertugas “melayani” di kota, bahkan tidak segan untuk menyogok pimpinan agar bisa dipindahkan ke kota. Dana dan persembahan perpuluhan atau sukarela dari pribadi jemaat (yang secara umum lebih kaya dibanding jemaat daerah-daerah) adalah madu yang sangat menggiurkan para pelayan Tuhan. Maaf saya tidak ingin berpikiran negatif, tapi memang itulah realitanya.

Saya ingat statement dan nasihat beberapa senioran di persekutuan Kristen “Dana yang tersedia untuk periode tahun tersebut harus dihabiskan untuk periode tahun itu juga”. Itulah sebabnya persekutuan alumni tidak banyak yang memiliki dana yang mengendap, kalau pun ada, jumlah saldonya tidak seberapa. Well, persekutuan alumni memang berbeda dengan gereja yang paling tidak setiap hari Minggu mendapat pemasukan dari persembahan. Persekutuan alumni hanya melaksanakan ibadah bulanan saja, ditambah tidak ada iuran atau persepuluhan, dsb. Itulah sebabnya persekutuan alumni kondisi keuangannya mengutip istilah sekarang “Senin-Kamis”.

Well, sebelum Anda pembaca menghakimi saya kenapa saya tidak menyampaikan langsung ke gereja, kenapa hanya mengkritik saja (mengkritik kan gampang, anak SD juga bisa :p), kenapa dan kenapa, Saya sudah menyampaikannya. Kenapa saya menuliskannya di media sosial yang malah akan membuka “aib/bobrok” bahkan mungkin menyebabkan kemarahan sebagian orang? Sebagai orang yang memiliki latar belakang Teknologi Informasi (dan memiliki visi jadi politisi dan entrepreneur), saya percaya kekuatan media (sosial). Di media ini saya punya banyak teman pendeta dan para pelayan lainnya. Meski kemungkinan mereka membaca catatan ini tidak besar, kemungkinan itu selalu ada. Dengan harapan yang membaca mempunyai pemikiran dan kerinduan yang saya dengan saya. Dengan bersatu dan saling mengingatkan, kuat kita bersama.

 

Matthew 10:8b
“Freely you have received, freely give.”

1 Peter 4:10
“Each of you should use whatever gift you have received to serve others, as faithful stewards of God‚Äôs grace in its various forms.” (NIV)

1 Corinthians 12:4-6
“Now there are varieties of gifts, but the same Spirit; and there are varieties of service, but the same Lord; and there are varieties of activities, but it is the same God who empowers them all in everyone.” (ESV)

Exodus 35:10
“All who are skilled among you are to come and make everything the Lord has commanded.” (NIV)

Matthew 25:15a
“To one he gave five talents, to another two, to another one, to each according to his ability. Then he went away.” (ESV)

Solanin

Solanin („āĹ„É©„Éč„É≥)… Ya Solanin. Bagi pecinta manga, mungkin Anda sudah pernah membacanya.. Ya, sebuah manga yang ditulis oleh Inio Asano. Solanin akhirnya difilmkan dengan judul yang sama (tahun 2010), dengan lagu yang sama (single ke-14 band Asian Kung-Fu Generation : vocalist Masafumi GotŇć, guitarist Kensuke Kita, bassist Takahiro Yamada, and drummer Kiyoshi Ijichi). Liriknya sendiri ditulis oleh Inio Asano juga.

 

 

Omoi chigai wa sora no kanata
Kesalah pahaman berada di luar angkasa
Sayonara dake no jinsei ka
Apakah hidup hanya di isi dengan perpisahan?
Hon no sukoshi no mirai wa mieta noni
Kupikir aku melihat sekilas masa depan yang nyata
Sayonara nanda
Tapi sekarang selamat tinggal

 

Mukashi sundeta chiisa na heya wa
Ruang kecil yang dulu ku tinggali
Ima wa dareka ga sunden da
Sekarang orang lain yang menempati
Kimi ni iwareta hidoi kotoba mo
Bahkan kamu mengatakan hal-hal menakutkan kepadaku
Muda na ki ga shita maichini mo
Aku sudah menyia-nyiakan hariku

 

Ano toki koushite ireba, ano hi ni Modorereba
Mungkin jika aku mengambil kesempatan itu, aku akan kembali menjadi yang dulu
Ano koro no boku ni wa mou, Modorenai yo
Tapi aku tidak bisa kembali menjadi orang yang sama

 

Tatoeba yurui shiawase ga
Bahkan jika ini tidak pernah berakhir bahagia
Daratto tsuzuita to suru
Entah bagaimana harus bertahan
Kitto warui tane ga me wo dashite
Saya yakin benih(awal) buruk yang akan muncul
Mou sayonara nanda
Jadi sekarang selamat tinggal

 

Samui fuyu no hieta kan koohii to
Kaleng kopi pada musim dingin yang membeku
Niji iro no nagai mafuraa to
Panjang, berwarna pelangi
Kobashiri de rojiura wo nukete
Aku berjalan melalui gang belakang
Omoidashite miru
Ini semua datang kembali

 

Tatoeba yurui shiawase ga
Bahkan jika ini tidak pernah berakhir bahagia
Daratto tsuzuita to suru
Entah bagaimana harus bertahan
Kitto warui tane ga me wo dashite
Saya yakin benih (awal) buruk yang akan muncul
Mou sayonara nanda
Jadi sekarang selamat tinggal

 

Nanda
Sebuah Perpisahan
Nanda
Sebuah Perpisahan
Nanda
Sebuah Perpisahan

 

Sayonara, sore mo ii sa
Selamat tinggal, aku tidak peduli
Doko ka de genki de yare yo
Kau akan melanjutkannya di suatu tempat
Sayonara, boku mo doo ni ka yaru sa
Selamat tinggal, aku dapat mengatur sendiri entah bagaimana
Sayonara, sou suru yo
Selamat tinggal, itulah yang aku akan lakukan

skorean_honorifics_lesson

 

*Image taken from a manghwa (I forgot exactly the title :D)

Catatan : Tulisan ini hasil diskusi dengan rekan-rekan PA/KTB (Kelompok Tumbuh Bersama) di KTB Persekutuan Alumni Kristen Sumatera Utara (PAKSU), yaitu dengan Bang Agus Salim, Toq Redia Grace Sianturi, dan Toq Agustina Sibuea. Kemudian saya pelajari lebih dalam lagi… (Resiko pekerjaan System Analyst :D).

Kisah 5:1-11 Ananias dan Safira

5:1 Ada seorang lain yang bernama Ananias. Ia beserta isterinya Safira menjual sebidang tanah.

5:2 Dengan setahu isterinya ia menahan sebagian dari hasil penjualan itu w  dan sebagian lain dibawa dan diletakkannya di depan kaki x  rasul-rasul.

5:3 Tetapi Petrus berkata: “Ananias, mengapa hatimu y¬† dikuasai Iblis, z¬† sehingga engkau mendustai Roh Kudus 1¬† a¬† dan menahan sebagian dari hasil penjualan tanah itu? b¬†

5:4 Selama tanah itu tidak dijual, bukankah itu tetap kepunyaanmu, dan setelah dijual, bukankah hasilnya itu tetap dalam kuasamu? c  Mengapa engkau merencanakan perbuatan itu 2  dalam hatimu? Engkau bukan mendustai manusia, tetapi mendustai Allah. d 

5:5 Ketika mendengar perkataan itu rebahlah Ananias dan putuslah nyawanya 3 . e  Maka sangatlah ketakutan f  semua orang yang mendengar hal itu.

5:6 Lalu datanglah beberapa orang muda; mereka mengapani mayat itu, g  mengusungnya ke luar dan pergi menguburnya.

5:7 Kira-kira tiga jam kemudian masuklah isteri Ananias, tetapi ia tidak tahu apa yang telah terjadi.

5:8 Kata Petrus kepadanya: “Katakanlah kepadaku, dengan harga sekiankah tanah itu kamu jual?” Jawab perempuan itu: “Betul sekian. h¬†

5:9 Kata Petrus: “Mengapa kamu berdua bersepakat untuk mencobai Roh Tuhan? i¬† Lihatlah, orang-orang yang baru mengubur suamimu berdiri di depan pintu dan mereka akan mengusung engkau juga ke luar.”

5:10 Lalu rebahlah perempuan itu seketika itu juga di depan kaki Petrus dan putuslah nyawanya. j  Ketika orang-orang muda itu masuk, mereka mendapati dia sudah mati, lalu mereka mengusungnya ke luar dan menguburnya di samping suaminya. k 

5:11 Maka sangat ketakutanlah l  seluruh jemaat 4  dan semua orang yang mendengar hal itu.

Kisah ini adalah lanjutan dari ayat sebelumnya yang bercerita tentang kisah tentang Yindonesiausuf yang disebut Barnabas, yang karena digerakkan oleh Roh Kudus menjual harta miliknya dan menyerahkan uangnya kepada jemaat.

4:32 Adapun kumpulan orang yang telah percaya itu, mereka sehati dan sejiwa, dan tidak seorangpun yang berkata, bahwa sesuatu dari kepunyaannya adalah miliknya sendiri, tetapi segala sesuatu adalah kepunyaan mereka bersama. n 

4:33 Dan dengan kuasa yang besar 8  rasul-rasul memberi kesaksian o  tentang kebangkitan p  Tuhan Yesus dan mereka semua hidup dalam kasih karunia q  yang melimpah-limpah.

4:34 Sebab tidak ada seorangpun yang berkekurangan di antara mereka; karena semua orang yang mempunyai tanah atau rumah, menjual kepunyaannya r  itu, dan hasil penjualan itu mereka bawa

4:35 dan mereka letakkan di depan kaki s  rasul-rasul; lalu dibagi-bagikan kepada setiap orang sesuai dengan keperluannya. t 

4:36 Demikian pula dengan Yusuf, yang oleh rasul-rasul disebut Barnabas, u  artinya anak penghiburan, seorang Lewi dari Siprus.

4:37 Ia menjual ladang, miliknya, lalu membawa uangnya itu dan meletakkannya di depan kaki v  rasul-rasul.

Ananias dan Safira rupanya ingin melakukan hal yang sama. Mereka menjual milik mereka, tetapi hanya memberikan sebagian hasilnya kepada jernaat. Di ayat tersebut tidak dijelaskan dengan detail dimana letak dosa Ananias dan Safira. Barulah di ayat 8 dan 9 terlihat dimana akar masalahnya. Ananias dan Safira seia-sekata mengatakan bahwa mereka telah memberikan jumlah seluruhnya, padahal tidak. Disinilah masalah sebenarnya, bukan mengenai besarnya, bukan pula sebahagian atau seluruh hasil penjualan tanah (ayat 4). Ananias memberi dengan setengah hati, itu masalahnya. Karena orang lain memberi dia ikut-ikut memberi, padahal dalam hatinya dia mau memiliki uang itu, karena itu dia berbohong soal jumlahnya.

Dari sini bisa disimpulkan bahwa Ananias dan Safira melakukannya hanya karena ingin meniru-niru Yusuf, yang oleh rasul-rasul disebut Barnabas; ingin ‘mengambil nama’ agar mendapat pujian.

Tidak dijelaskan dengan detail darimana Rasul Petrus mengetahui Ananias dan Safira berbohong. Hai hai Bengcu, dalam tulisannya di http://sabdaspace.org/node/9844  mengklaim ini kisah ini adalah Pengadilan Yang Tidak Adil.

————————————————————————————–

Atas keterangan dua atau tiga orang saksi haruslah mati dibunuh orang yang dihukum mati; atas keterangan satu orang saksi saja janganlah ia dihukum mati. ulangan 17:6

“Satu orang saksi saja tidak dapat menggugat seseorang mengenai perkara kesalahan apapun atau dosa apapun yang mungkin dilakukannya; baru atas keterangan dua atau tiga orang saksi perkara itu tidak disangsikan. Ulangan 19:15

Maka hakim-hakim itu harus memeriksanya  baik-baik, dan apabila ternyata, bahwa saksi itu seorang saksi  dusta dan bahwa ia telah memberi tuduhan dusta terhadap saudaranya, maka kamu harus memperlakukannya sebagaimana ia bermaksud memperlakukan saudaranya. Demikianlah harus kauhapuskan yang jahat itu dari tengah-tengahmu. Ulangan 19:18-19

Jika ia tidak mendengarkan engkau, bawalah seorang atau dua orang lagi, supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi, perkara itu tidak disangsikan. Matius 18:16

Jika ia tidak mau mendengarkan mereka, sampaikanlah soalnya kepada jemaat. Dan jika ia tidak mau juga mendengarkan jemaat, pandanglah dia sebagai seorang yang tidak mengenal Allah atau seorang pemungut cukai. 18:17

Di Perjanjian Lama, YHWH (TUHAN) menetapkan bahwa pengadilan atas kesalahan harus mengajukan DUA atau TIGA orang saksi. Atas keterangan SATU saksi saja tidak dapat menggugat perkara kesalahan apapun atau dosa apapun atas seseorang. Di Perjanjian Baru, Yesus mengajarkan hal yang sama. Bahkan lebih lanjut Yesus mengajarkan bahwa orang yang dihakimi harus dihadapkan kepada jemaat apabila tidak mengakui kesalahannya atas kesaksian DUA atau TIGA orang dan bila dia tetap kekeh jumekeh menyangkal maka dia DIKUCILKAN dari jemaat. Sama sekali tidak ada hukuman lainnya apalagi hukuman mati. HUKUMAN paling berat dalam jemaat Perjanjian Baru adalah PENGUCILAN.

Ketika petrus menghakimi Ananias, siapa yang tampil menjadi saksi? TIDAK ada! Setelah Ananias mati, Safira bersaksi bahwa Ananias sama sekali tidak bersalah. Kenapa Petrus tidak menuduh Safira bersaksi dusta namun menuduhnya bersama suaminya mencobai Tuhan? Kita tidak tahu karena Alkitab tidak mencatatnya. Ketika Petrus menuduh Ananias dan Safira mencobai Tuhan, siapakah yang tampil bersaksi? TIDAK ada! Tidak ada saksi artinya pengadilan atas Ananias dan istrinya Safira tidak berjalan dengan adil.

Dari mana Petrus tahu bahwa Ananias mendustai Roh Kudus? Dari mana Petrus tahu bahwa Safira bersaksi dusta? Dari mana Petrus tahu bahwa Ananias dan istrinya Safira mencobai Tuhan? Anda pasti menjawab, dari Roh Kudus atau dari Roh Allah atau dari Allah. Namun Alkitab sama sekali tidak mencatat dari mana Petrus mengetahui hal demikian bukan? Mungkin saja Petrus tahu dari Iblis yang menyamar sebagai malaikat terang bukan? Apakah Petrus tahu dari Roh Kudus atau dari iblis yang menyamar sebagai malaikat terang, tetap saja pengadilan itu tidak adil. Kenapa demikian? Karena DUA atau TIGA saksi yang dituntut oleh HUKUM adalah manusia, bukan makluk lain.

Dari mana Petrus tahu bukan masalah utamanya. Masalah utamanya adalah TIDAK ada saksi sama sekali. Masalah utamanya adalah baik Ananias maupun istrinya Safira sama sekali tidak mendapat kesempatan untuk membela diri. Masalah utamanya adalah Alkitab sama sekali tidak mencatat ucapan Ananias ketika dia meletakkan uang di depan kaki rasul-rasul. Masalah utamanya adalah penghakiman atas Ananias dan Safira melanggar ketetapan YHWH dan Yesus tentang DUA atau TIGA saksi. Masalah utamanya adalah siapakah para rasul itu sehingga uang-uang itu harus diletakkan di depan kaki mereka? Kenapa tidak diletakkan di depan mereka?

————————————————————————————–

Di kisah tersebut memang tidak ada keterangan darimana Rasul Petrus mengetahuinya. Ada beberapa kemungkinan.

1. Petrus mengetahuinya dari Allah, ayat 4 : “…Engkau bukan mendustai manusia, tetapi mendustai Allah”.

Tidak diketahui apakah semua Rasul juga mengetahuinya atau tidak. Tetapi di Matius 16:19, dikatakan bahwa Petrus sudah diberikan kunci Kerajaan Surga. Jika rahasia Surga saja sudah diberikan, bukankah ini  berarti hal yang jauh lebih kecil dari Surga diketahui oleh Petrus ?

Matius 16:19 Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.‚ÄĚ

2. Ayat 5:6 Lalu datanglah beberapa orang muda; mereka mengapani mayat itu. Tidak dijelaskan dengan detail apakah beberapa orang muda itu melihat kejadian tersebut atau ketika mereka datang, Ananias sudah putus nyawa. Asumsi saya bahwa orang-orang muda itu menjadi saksi mata. Disini berkembang lagi kemungkinan berita bahwa Ananias dan Safira memberikan uang itu secara penuh tersebar dimasyarakat ( Ini mungkin yang jadi motifnya; ingin meniru-niru Yusuf, yang oleh rasul-rasul disebut Barnabas; ingin ‘mengambil nama’ agar mendapat pujian.) dan berita tentang kebohongannya pun mungkin sudah menjadi rahasia umum. Kenapa saya sebut sebagai rahasia umum? Ada 2 hal yang menjadi landasan saya : 1. Pihak pembeli dan para saksi transaksi jual beli bisa jadi memberitahukan harga sebenarnya (hal ini sangat lumrah dalam masyarakat); 2 . Dalam kehidupan bermasyarakat selalu ada patokan atau standar harga sesuatu. Misalnya pasaran tanah¬† adalah 1 juta/m2 , luas tanah 100 m2. Harusnya harga seluruh tanahnya adalah 100juta. Sementara yang diberikan oleh Ananias dan Safira hanya 50 juta. Dari sini saja sudah ketahuan mereka berbohong.¬† Di ayat 4 : “…Engkau bukan mendustai manusia, tetapi mendustai Allah.” Ini juga bisa menjadi salah satu bukti kebohongannya sudah diketahui publik (namun bisa juga berarti bahwa kebohongan itu tidak diketahui oleh orang lain).

Dan satu hal lagi…Ada banyak tulisan di dalam Alkitab yang tidak jelas apakah ada saksinya atau tidak. Sebagai contoh : Kitab Yesaya, Amsal, Pengkhotbah, Kidung Agung, dan Wahyu.

Hai hai Bengcu, dalam tulisannya di http://sabdaspace.org/node/9844  mempermasalahkan kisah ini mengenai Pengadilan Yang Adil Dan Kuasa Menghakimi

—————————————————–

Pengadilan Yang Adil Dan Kuasa Menghakimi

Engkau harus mengatakan kepada orang Israel, begini: Setiap orang yang mengutuki Allah harus menanggung kesalahannya sendiri. Imamat 24:15

Siapa yang menghujat  nama TUHAN, pastilah ia dihukum mati dan dilontari dengan batu oleh seluruh jemaah itu. Baik orang asing maupun orang Israel asli, bila ia menghujat nama TUHAN, haruslah dihukum mati. Imamat 24:16

Kemudian datanglah bangsa itu mendapatkan Musa dan berkata: “Kami telah berdosa, sebab kami berkata-kata melawan TUHAN dan engkau; berdoalah kepada TUHAN, supaya dijauhkan-Nya ular-ular ini dari pada kami.” Lalu Musa berdoa untuk bangsa itu. Bilangan 21:7

Dan janganlah kita mencobai Tuhan, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga mereka mati dipagut ular. 1 korintus 10:9

Setiap orang yang mengatakan sesuatu melawan Anak Manusia, ia akan diampuni; tetapi barangsiapa menghujat Roh Kudus, ia tidak akan diampuni. Lukas 12:10

Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: “Terimalah¬† Roh Kudus. Yohanes 20:22
 
Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada.” Yohanes 20:23

YHWH adalah ADONAI (TUHAN – PENGUASA) sementara ELOHIM adalah QANAH (Allah – PENCIPTA). YHWH lalu MENJELMA menjadi Yesus. Itu sebabnya dikatakan bahwa Yesus adalah KURIOS (Tuhan) sementara Elohim mendapat nama baru dalam bahasa Yunani yaitu THEOS (Allah).

Di dalam Perjanjian Lama, TUHAN (YHWH) MENETAPKAN hukum bahwa yang MENGUTUK Allah akan menanggung KESALAHANNYA sendiri. Artinya Allah yang akan MENGHAKIMI dan menjatuhkan VONIS.

YHWH (TUHAN) juga menetapkan hukum bahwa yang MENGHUJAT nama YHWH harus dihukum MATI. KUASA untuk melakukan HUKUMAN diberikan kepada TIGA gembala (Raja, Imam yang sedang melayani Mesbah, Hakim-hakim). Namun, pengadilan harus dilakukan dengan ADIL. Dengan adil artinya ada DUA atau TIGA saksi. SATU saksi tidak bisa berperkara.

Di Perjanjian Baru Yesus alias KURIOS (TUHAN – PENGUASA) menetapkan HUKUM bahwa yang MENGHUJAT anak manusia (diri-Nya) akan DIAMPUNI. Namun, yang MENGHUJAT Roh Kudus TIDAK akan DIAMPUNI alias Harus MATI. Namun, penghakiman harus dilakukan dengan ADIL. Dengan adil artinya DUA atau TIGA saksi dan bila si tertuduh menyangkal maka hal itu harus disampaikan kepada jemaat dan bila orang itu tetap menyangkal maka dia akan dikucilkan. SATU saksi tidak bisa berperkara.

KUASA PENGHAKIMAN diberikan kepada SEBELAS RASUL. Petrus adalah RASUL yang MEMILIKI kuasa PENGHAKIMAN. KUASA itu HANYA diberikan SECARA langsung oleh Yesus. Itu sebabnya di luar KESEBELAS Rasul TIDAK ada MANUSIA yang memiliki KUASA demikian lagi.

Itu sebabnya dikatakan KARUNIA RASUL Yesus sudah TIDAK ada lagi sebab selain KESEBELAS Rasul, TIDAK ada manusia yang DIBERI kuasa demikian oleh Yesus. Roh Kudus yang turun pada hari Pentakosta adalah ROH kebenaran yang akan memimpin manusia ke dalam SELURUH kebenaran namun bukan Roh Yesus yang memiliki KUASA menghakimi manusia.

petrus dengan KUASA demikian MENGHAKIMI Ananias dan MEMVONIS Ananias menghujat Roh Kudus. Itu sebabnya Ananias mati. Petrus memang tidak MENJATUHKAN hukuman mati namun dia menjatuhkan VONIS, itu sebabnya Ananias mati. Siapa yang menjadi algojo? Roh Kudus, sebab Roh Kudus adalah malaikat alias UTUSAN Allah untuk melayani manusia pilihan TUHAN.

Kata Petrus: “Mengapa kamu berdua bersepakat untuk mencobai Roh Tuhan? Lihatlah, orang-orang yang baru mengubur suamimu berdiri di depan pintu dan mereka akan mengusung engkau juga ke luar.” Kisah Para Rasul 5:9

Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada.” Yohanes 20:23

Bagaimana dengan Safira? Petrus MEMVONIS Safira mencobai Roh Tuhan. Di Perjanjian Lama, mencobai TUHAN (YHWH) tidak dihukum oleh manusia namun dihukum sendiri oleh TUHAN. Contohnya adalah ketika bangsa Israel mencobai TUHAN lalu Tuhan menghukum mereka dengan mengirimkan ular serafim (Nachas Saraph). Bila demikian, kenapa Safira mati? Safira mati sebab Petrus menjatuhkan VONIS mati baginya.

Apabila Petrus main hakim sendiri dengan sewenang-wenang, kenapa Ananias dan Safira mati? Kenapa Allah membiarkan hal itu terjadi? Kenapa Yesus membiarkan hal itu terjadi? Kenapa Roh Kudus membiarkan hal itu terjadi? Kenapa Bapa membiarkan hal itu terjadi? Karena KUASA untuk menghakimi sudah diberikan kepada Petrus.

Yang dilakukan Petrus itu baik atau jahat? Menurut Petrus, yang dia lakukan itu baik, itu sebabnya dia melakukannya. Menurut YHWH dan Yesus yang dilakukan Petrus itu baik atau jahat? Menurut HUKUM YHWH dan Yesus yang tercatat di dalam Alkitab, yang dilakukan oleh Petrus itu jahat. Dia main hakim sendiri dengan sewenang-wenang dan melanggar ketetapan YHWH dan Yesus tentang DUA atau TIGA orang saksi.

Siapa yang menumpahkan darah manusia, darahnya akan tertumpah  oleh manusia , sebab Allah membuat manusia itu menurut gambar-Nya sendiri. Kejadian 9:6

Menurut Allah (Theos) yang dilakukan oleh Petrus itu baik atau jahat? Menurut HUKUM Allah yang tertulis di dalam Alkitab, yang dilakukan oleh Petrus itu jahat. Dia akan menerima hukuman yaitu mati di tangan manusia.

Menurut Yesus kristus alias Tuhan Allah alias Kristus Yesus, apakah yang dilakukan oleh Petrus itu jahat? TIDAK! Kenapa demikian? Karena Petrus tidak tahu yang dilakukannya. Dari mana kita tahu bahwa Petrus tidak tahu yang dilakukannya? Karena dia melakukannya bukan untuk kepentingan pribadi namun membela Roh Kudus dan Roh Tuhan.

Rasul Paulus Dan Kuasa Penghakiman

Mereka mengelilingi seluruh pulau itu sampai ke Pafos. Di situ mereka bertemu dengan seorang Yahudi bernama Baryesus. Ia seorang tukang sihir dan nabi palsu. Kisah Para Rasul 13:6

Ia adalah kawan gubernur pulau itu, Sergius Paulus, yang adalah orang cerdas. Gubernur itu memanggil Barnabas dan Saulus, karena ia ingin mendengar firman Allah. Kisah Para Rasul 13:7

Tetapi Elimas–demikianlah namanya dalam bahasa Yunani–, tukang sihir itu, menghalang-halangi mereka dan berusaha membelokkan gubernur itu dari imannya. Kisah Para Rasul 13:8

Tetapi Saulus, juga disebut Paulus, yang penuh dengan Roh Kudus, menatap dia, Kisah Para Rasul 13:9

dan berkata: “Hai anak Iblis, engkau penuh dengan rupa-rupa tipu muslihat dan kejahatan, engkau musuh segala kebenaran, tidakkah engkau akan berhenti membelokkan Jalan Tuhan yang lurus itu? Kisah Para Rasul 13:10

Sekarang, lihatlah, tangan Tuhan datang menimpa engkau, dan engkau menjadi buta, beberapa hari lamanya engkau tidak dapat melihat matahari.” Dan seketika itu juga orang itu merasa diliputi kabut dan gelap, dan sambil meraba-raba ia harus mencari orang untuk menuntun dia. Kisah Para Rasul 13:11

Melihat apa yang telah terjadi itu, percayalah gubernur itu; ia takjub oleh ajaran Tuhan. Kisah Para Rasul 13:12

Paulus adalah Rasul Yesus Kristus, namun dia juga adalah Rasul Kristus Yesus. Sama seperti Petrus, dia juga dipilih secara pribadi oleh Yesus. Perbedaan-Nya adalah dia dipilih setelah Yesus naik Ke sorga. Dan ketika dia dipilih, Yesus tidak nampak sebagai manusia. Namun Paulus juga memiliki kuasai menghakimi. Ayat-ayat tersebut di atas mencatat kisahnya.

Paulus sama sekali tidak menghukum mati Elimas, namun menghukumnya buta beberapa hari. Penghukuman Paulus membuat gubernur itu TAKJUB oleh ajaran Tuhan. Hal itu berbeda dengan akibat penghukuman Petrus yang membuat jemaat KETAKUTAN.

—————————————————-

Bandingkan dengan ayat :

*Yohanes 20:23 : Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada

* Matius 18:18-19
18:18 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.
18:19 Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apa pun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga.

Petrus diberikan kuasa mengampuni, tetapi mengapa tidak mengampuninya? .Kernatian mereka yang tiba-tiba, tanpa memiliki kesempatan untuk bertobat, mungkin didasari oleh dua alasan :

  • Itulah pertama kalinya seorang percaya menantang Allah dalam Gereja mula-mula, sehingga Allah perlu melakukan tindakan yang jelas dan tegas untuk mencegah timbulnya kesalahpahaman mengenai realitas kehadiran-Nya dan kesediaan-Nya untuk mendengar dan menghakimi.
  • Pada waktu itu kehidupan rohani sangat kuat, dan di mana kehadiran Allah dialami secara lebih mendalam maka dosa menentang kehadiran Allah itu menjadi lebih serius. Selain itu mungkin ada unsur belas kasihan dalam penghakiman tersebut. Meskipun kematian merupakan hukuman yang paling mengerikan menurut pandangan manusia, dalam pandangan Tuhan kernatian itu jauh lebih ringan daripada kita semakin jauh terseret ke dalam dosa dan tipu daya: hukurnan Tuhan yang lebih awal itu mencegah sikap murtad (I Korintus 11:32).

Selain itu lihat di Matius 18:18-1,”… Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apa pun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga…”, sementara di Kisah Ananias dan Safira ini tidak ada yang memohon pengampunan dosa bagi mereka. Jika saja ada yang memohon pengampunan, ceritanya bisa berbeda (kita hanya bisa mereka-reka…).

Masalah utamanya adalah siapakah para rasul itu sehingga uang-uang itu harus diletakkan di depan kaki mereka? Kenapa tidak diletakkan di depan mereka? “Kisah 5:2 Dengan setahu isterinya ia menahan sebagian dari hasil penjualan itu w¬† dan sebagian lain dibawa dan diletakkannya di depan kaki x¬† rasul-rasul.”.¬† Ini juga kami diskusikan. Kenapa diletakkan di depan kaki rasul-rasul. Harap dicatat bahwa pada waktu itu kemungkinan belum ada yang menjabat menjadi bendahara.. Tidak ada tempat persembahan yang cukup besar untuk menampung semua persembahan dari jemaat. Mungkin jika rekan-rekan pernah menonton penggalan film, dimana seorang janda yang memberikan persembahan, terlihat peti persembahan tidak terlalu besar dan memiliki lobang untuk memasukkan persembahan kecil. Uang hasil penjualan tanah/harta benda nilainya cukup besar, mungkin bisa berkantong-kantong, yang tentu saja tidak muat didalam peti persembahan. Sehingga mereka meletakkan di kaki para rasul. Jangan pernah berpikir akan ada meja perbendaharaan disaat itu. Selain saat itu masih sangat sederhana. Juga meja tersebut tidak akan cukup kuat untuk menahan berat uang-uang persembahan. (Lukas 21:1 1¬†Ketika Yesus mengangkat muka-Nya, Ia melihat orang-orang kaya memasukkan persembahan mereka ke dalam peti persembahan. i¬† 21:2 Ia melihat juga seorang janda miskin memasukkan dua peser ke dalam peti itu. 21:3 Lalu Ia berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang itu. 21:4 Sebab mereka semua memberi persembahannya dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, bahkan ia memberi seluruh nafkahnya. j¬†“)

Referensi : Tentu saja AlkitabūüėÄ

http://www.sarapanpagi.org/8-mengapa-kamu-mencobai-roh-tuhan-vt1303.html

http://sabdaspace.org/node/9844