Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Poems’ Category

Kuntu a’budu syaythaan
I Had Worshiped The Devil
Aku Telah Menyembah Iblis
by Thaha Hussein

Kuntu azhunnu annakal’mudhillu wa’annaka tahdii man yasyaau
I thought you are the deceiver and that you guide who you want
Kupikir engkau adalah penyesat dan menuntun siapa yang kau kehendaki

Ad’darr al muqytal mudzil an shalafi wa’kibriyaa
Harmful hateful and humiliating for the arrogance of pride
Menyakiti, membenci dan menghina demi kecongkakan harga diri

Jabbarul’ba’si takinu lil‘nnaasi makraan wadahaa
Great hurtful power for the people not subtle and cunning
Kekuatan besar yang jahat bagi orang yang kejam dan licik

Tuqatha’a ayadil sarqina watarujum ajsad al’nisaai
Cut off hands of thieves and stone the bodies of women
Memotong tangan pencuri dan merajam tubuh wanita

Tuqimu bilsayfa ‘adlaa fa’adluka fi safikal ‘dimaa
You uphold justice by the sword and your justice is by bloodshed
Kau tegakkan kebenaran dengan pedang dan keadilanmu dengan menumpahkan darah.

Faya khaaliqul’qatalina qul li ayna huwa Illahul’ dhu’afaa
If you are the creator of the killers tell me where is the God of the weak
Jika kau adalah pencipta para pembunuh beritahukanlah padaku dimana Tuhan bagi kaum yang lemah

Law kuntu khaaliqul ’kuli ma harimtu ba’dhuhumul ’baqaa
If you were the creator of all why did you deprive some of them from living
Bila kau pencipta segala sesuatu mengapa kau melenyapkan banyak mereka yang hidup

Wama ‘aasaka minal’qatil taji’ni ghairul ’hadmi wal’fanaa
What to reap the murder of non-demolition and frail ?
Apa yang kau peroleh dengan membunuh yang tak berdaya dan rapuh ?

Fihal kuntu a’budu jazaraa yasihaqu akbadil ‘abriyaa
Do you worship a butcher that crushes innocent livers ?
Apakah aku memuja penjagal yang meremukkan hati yang tak berdosa ?

Am kuntu a’budu syaythaan’ arsala ‘Ilaiina bikhatimil ‘anbiyaa
Or I worshiped the devil who send us “the seal of the prophets” ?
Ataukah aku memuja iblis yang mengirimi kita seorang nabi “penutup para nabi” ?

Hasibtu al’janihul ‘mujahidina shayaskun fihal ‘aquyaa
Calculated the paradise for the mujahideen where the powerful will live
Yang memperhitungkan surga bagi para mujahid, dimana yang kuat yang akan hidup.

Tamurr wa’inabin wa’tayyan’ wa’anhar khamur lil’taquyaa
Dates and grapes and figs and rivers of wine of the pious
Buah korma, anggur dan ara serta sungai khamar (minuman keras) kesalehan

Khayru ma’ladz li’jaayna aassa’ fi’qalbu al’saharaa
Best heaven for hungry who lived in the desert
Surga terbaik bagi yang lapar dan siapa yang hidup di gurun pasir

Wa’asharatu min yaqu‘tsamin wa’haur tashadu bi’lghinaa
And beds made of a precious ruby stones , and the virgins who were singing
Dan peraduan yang terbuat dari bebatuan ruby yang berharga, serta para perawan yang bernyanyi.

Nahnu aasiqatil ‘mukminina ji’na wa’albayna al’nidaa
We are faithful lovers came to fulfill their demands, waiting to obey any command
Kami, para pencinta yang beriman datang memenuhi keinginan mereka, menunggu datangnya setiap perintah dengan patuh.

Jazakumullah bina fandharu kayfa ahsanullah al’jazaa
Praise God our best and see how God’s reward
Memuja Tuhan dengan sepenuh hati dan lihatlah bagaimana pahala Tuhan untuk kamu

Hal jannataka kifahu wa’shiyahu wa’ilaju duuni itsinaa
Is paradise struggle and shout and penetration without flexion ? (endless sex)
Apakah surga adalah pergumulan, teriakan dan penetrasi tanpa henti ? (maaf: hubungan badan tanpa batas)

Tajaddudil ‘haur al’tasayibi bikrun wa’anta min taquma bil’rifaa’
The virgin will be replaced as soon as she loses her virginity and you’re still stand after your intercourses.
Perawan akan diganti segera setelah mereka kehilangan keperawanannya dan kamu tetap berdiri setelah berhubungan.

Hal kuntu a’budu qawadaal fi ‘aqul ‘aghbiyaa
Did I worship a pimp playing with fools minds ?
Apakah aku menyembah seorang mucikari yang mempermainkan pikiran yang bodoh ?

Am kuntu a’budu syaythaan’ arsala ‘Ilaiina bikhatimil ‘anbiyaa
Or did I worship the devil who send us “the seal of the prophets” ?
Ataukah aku menyembah Iblis yang mengirimi kita seorang nabi “penutup para nabi” ?

Iklan

Read Full Post »

Fujiwara Teika – Haiku

HAIKU

Hajime yori

Au wa wakare to

Kikinagara

Akatsuki shirade

Hito wo koikeri

– Fujiwara Teika –

Terjemahan raw, kira-kira seperti ini :

Dari Pertama/Awal/Dulu aku tahu(dengar)

Bahwa pertemuan

Hanya bisa berarti perpisahan

Namun aku menyerahkan diriku (mencinta) padamu

Tidak sadar (terlupa) akan  datangnya fajar.

Terjemahan lebih puitis 😀 :

Dari dulu aku tahu,

Dimana ada pertemuan

Disitu ada perpisahan

Namun aku tetap membiarkan diriku mencintaimu.

Terlupa akan  fajar  menyingsing

P. S :

Gara-gara saya membuat JIDICT (Japanese – Indonesian Dictionary), sebuah aplikasi Kamus Jepang – Indonesia untuk Android, dan downloadnya banyak (lebih dari 150rb :D); saya dikira orang master bahasa Jepang… Padahal saya tidak ada apa-apanya T_T.. Hanya seorang pemimpi, yang pernah bermimpi suatu saat nanti bisa ke Jepang : melanjutkan study, kerja, dll; dan saat ini saya sedang berusaha mewujudkannya.

Pray for me ya 😀

Read Full Post »

Aku cuma punya kata

Aku cuma punya kata-kata,
Itu pun mungkin tidak akan pernah kamu dengar jika kita tidak berbicara
karena dirimu tidak pernah memberi kesempatan kita bersua, bertatap muka
karena dirimu tidak pernah memberi kesempatan aku bersuara

sudahlah aku akan melupakan semua
aku sudah mencoba apa yang aku bisa
namun tidak cukup sepertinya

aku hanya bisa terdiam saja
tersenyum pahit penuh tanya
menerima kekalahan dengan hati terluka ?
menerima kekalahan dengan lapang dada ?

aku akan berhenti untuk melangkah

aku akan menerima semuanya begitu saja



*Am I sore loser…?




Note : terinspirasi “Aku ingin mencintaimu dengan sederhana” Sapardi Djoko Damono

Read Full Post »

Love according to some experts …

Love according to some experts …

MATH EXPERTS
Love is a situation where 1 +1 can equal 3, 4, 5 and so on …

PHYSICS EXPERT
Love is the force of attraction between two people of the opposite sex (boys & girls) are proportional to their weight and inversely proportional to the square of the distance second home.

CHEMICAL EXPERT
Love is made up of several elements, namely P (view), Se (Smile), Li (glance), Be (caress), Ra (seduction & palpation), Cu (kiss), K (kiss), which when reacted in a darkened room dim can cause explosion.

POPULATION EXPERTS
Love is the cause of population explosion (which is more powerful than a nuclear explosion).

SPORTS EXPERTS
Love must be preceded by warming up, so as not to dislocate.

FOOD EXPERTS
Love is a situation that could make a cat feel like brown dirt.

Read Full Post »

Tolong jangan bilang….

tolong jangan bilang siapa-siapa
sebab jikapun kau berbicara
hanya akan menambah masalah
tak akan ada yang mendengarkan suara kita
tolong jangan katakan apa-apa

sudahlah…kita berhenti saja
tolong jangan tanyakan mengapa
kakiku tak kuat lagi untuk melangkah
sampai disini cukuplah sudah
tubuhku sudah letih lelah

tolong jangan bilang jika bukan kita lalu siapa
karena itu hanya akan menambah perihnya luka
sudahlah, lupakan saja….

kita tak perlu menyesali semua
kita sudah mencoba apa yang kita bisa
hanya saja memang belum masanya

tolong katakan pada mereka
mereka yang muda yang berkarya
mereka yang masih mampu untuk bicara dan melangkah
bahwa kitapun sudah mencoba
hanya saja memang belum terlaksana

ada saatnya berhenti, ada saatnya melangkah
ada saatnya bersedih, ada saatnya tertawa
dan sekaranglah saatnya untuk berhenti
untuk mengumpulkan semangat dan tenaga tuk nanti
dan sekaranglah saatnya untuk merenungi
untuk koreksi apa yang sudah kita capai
untuk intropeksi diri

akh….memang masih banyak yang belum tercapai
memang kita tak akan bisa mengulang semua
tapi masih(kah) ada kesempatan yang tersisa (?)

Read Full Post »

Bila kau mau

Note: ini merupakan puisi yang sudah sangat lama saya tulis…semasa SMA..original post Bila kau mau Jan 15, ’07 9:50 AM.  Repost dengan sedikit perubahan


Bila kau mau    
menjadi embun pagi
sejukkan jiwa yang gersang
hapuskan dahaga
dan tegarkan hati yang rapuh

Read Full Post »

Entahlah…(R-A-G-U)

Note: ini merupakan puisi yang sudah sangat lama saya tulis…maybe semasa SMA..
I’ve found it when I search my name with Google..(hheheheh..just to know about my popularity in Google since there are many people with name Sunardo :D)
Firstly it’s published by me in Multiply

 

Versi 1:

Entahlah…apa aku masih bisa seperti yang dulu..yang selalu setia menunggumu, melewati garis nurani, mengikuti hanyutan aliran waktu dari hulu ke hilir. Mungkinkah… aku bisa menulis kenangan yang berbeda dari apa yang sudah aku tulis dimasa lalu, melewati waktu yang tak kunjung lelah terus melangkah, di hamparan cahaya membisikkan padamu sesuatu yang tak sempat terucap, gejolak jiwa yang terpendam dirongga dada dibawah kawah jantung.  Bilakah…kau tahu aku merindukanmu, lebih daripada itu sesuatu yang tak pernah terlintas dipikiranku, tak terduga menyentuh jiwa, menerobos gerbang kesadaran, mengalir bersama darahku dijantungku, meracuniku. Bilakah waktu…akan bisa sepenuh hati mau tahu dan akan mengerti apa yang terjadi, apa yang kurasakan, dan menyampaikannya padamu, dan bilakah kau merasakan dan menerima setulus aku mencintaimu. Haruskah…aku tak bisa memilikimu, menyentuh haitmu, haruskah kau tak bisa mencintaiku dan melambaikan tanganku padamu, menutup semua pintu merasuk ke jiwamu, ke belahan hatimu. Haruskah aku melupakanmu sementara namamu selalu kusebut disetiap langkahku. Aku tak bisa melupakanmu seperti aku melupakan khilafmu.  Dan demi derap langkahku, haruskah aku melupakamu?

Versi 2:

Entahlah
apa aku masih bisa seperti yang dulu..
yang selalu setia menunggumu,
melewati garis nurani,
mengikuti hanyutan aliran waktu dari hulu ke hilir.

Mungkinkah…
aku bisa menulis kenangan yang berbeda dari apa yang sudah aku tulis dimasa lalu,
melewati waktu yang tak kunjung lelah terus melangkah,
di hamparan cahaya membisikkan padamu sesuatu yang tak sempat terucap,
gejolak jiwa yang terpendam dirongga dada dibawah kawah jantung.

Bilakah…
kau tahu aku merindukanmu,
lebih daripada itu sesuatu yang tak pernah terlintas dipikiranku,
tak terduga menyentuh jiwa,
menerobos gerbang kesadaran,
mengalir bersama darahku dijantungku, meracuniku.

Bilakah waktu…
akan bisa sepenuh hati mau tahu dan akan mengerti apa yang terjadi,
apa yang kurasakan, dan menyampaikannya padamu,
dan bilakah kau merasakan dan menerima setulus aku mencintaimu.

Haruskah…
aku tak bisa memilikimu, menyentuh haitmu,
haruskah kau tak bisa mencintaiku dan melambaikan tanganku padamu,
menutup semua pintu merasuk ke jiwamu, ke belahan hatimu.
Haruskah aku melupakanmu sementara namamu selalu kusebut disetiap langkahku.

Aku tak bisa melupakanmu seperti aku melupakan khilafmu.
Dan demi derap langkahku, haruskah aku melupakamu?

Read Full Post »

Older Posts »