Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘Ananias dan Safira’

Catatan : Tulisan ini hasil diskusi dengan rekan-rekan PA/KTB (Kelompok Tumbuh Bersama) di KTB Persekutuan Alumni Kristen Sumatera Utara (PAKSU), yaitu dengan Bang Agus Salim, Toq Redia Grace Sianturi, dan Toq Agustina Sibuea. Kemudian saya pelajari lebih dalam lagi… (Resiko pekerjaan System Analyst :D).

Kisah 5:1-11 Ananias dan Safira

5:1 Ada seorang lain yang bernama Ananias. Ia beserta isterinya Safira menjual sebidang tanah.

5:2 Dengan setahu isterinya ia menahan sebagian dari hasil penjualan itu w  dan sebagian lain dibawa dan diletakkannya di depan kaki x  rasul-rasul.

5:3 Tetapi Petrus berkata: “Ananias, mengapa hatimu y  dikuasai Iblis, z  sehingga engkau mendustai Roh Kudus 1  a  dan menahan sebagian dari hasil penjualan tanah itu? b 

5:4 Selama tanah itu tidak dijual, bukankah itu tetap kepunyaanmu, dan setelah dijual, bukankah hasilnya itu tetap dalam kuasamu? c  Mengapa engkau merencanakan perbuatan itu 2  dalam hatimu? Engkau bukan mendustai manusia, tetapi mendustai Allah. d 

5:5 Ketika mendengar perkataan itu rebahlah Ananias dan putuslah nyawanya 3 . e  Maka sangatlah ketakutan f  semua orang yang mendengar hal itu.

5:6 Lalu datanglah beberapa orang muda; mereka mengapani mayat itu, g  mengusungnya ke luar dan pergi menguburnya.

5:7 Kira-kira tiga jam kemudian masuklah isteri Ananias, tetapi ia tidak tahu apa yang telah terjadi.

5:8 Kata Petrus kepadanya: “Katakanlah kepadaku, dengan harga sekiankah tanah itu kamu jual?” Jawab perempuan itu: “Betul sekian. h 

5:9 Kata Petrus: “Mengapa kamu berdua bersepakat untuk mencobai Roh Tuhan? i  Lihatlah, orang-orang yang baru mengubur suamimu berdiri di depan pintu dan mereka akan mengusung engkau juga ke luar.”

5:10 Lalu rebahlah perempuan itu seketika itu juga di depan kaki Petrus dan putuslah nyawanya. j  Ketika orang-orang muda itu masuk, mereka mendapati dia sudah mati, lalu mereka mengusungnya ke luar dan menguburnya di samping suaminya. k 

5:11 Maka sangat ketakutanlah l  seluruh jemaat 4  dan semua orang yang mendengar hal itu.

Kisah ini adalah lanjutan dari ayat sebelumnya yang bercerita tentang kisah tentang Yindonesiausuf yang disebut Barnabas, yang karena digerakkan oleh Roh Kudus menjual harta miliknya dan menyerahkan uangnya kepada jemaat.

4:32 Adapun kumpulan orang yang telah percaya itu, mereka sehati dan sejiwa, dan tidak seorangpun yang berkata, bahwa sesuatu dari kepunyaannya adalah miliknya sendiri, tetapi segala sesuatu adalah kepunyaan mereka bersama. n 

4:33 Dan dengan kuasa yang besar 8  rasul-rasul memberi kesaksian o  tentang kebangkitan p  Tuhan Yesus dan mereka semua hidup dalam kasih karunia q  yang melimpah-limpah.

4:34 Sebab tidak ada seorangpun yang berkekurangan di antara mereka; karena semua orang yang mempunyai tanah atau rumah, menjual kepunyaannya r  itu, dan hasil penjualan itu mereka bawa

4:35 dan mereka letakkan di depan kaki s  rasul-rasul; lalu dibagi-bagikan kepada setiap orang sesuai dengan keperluannya. t 

4:36 Demikian pula dengan Yusuf, yang oleh rasul-rasul disebut Barnabas, u  artinya anak penghiburan, seorang Lewi dari Siprus.

4:37 Ia menjual ladang, miliknya, lalu membawa uangnya itu dan meletakkannya di depan kaki v  rasul-rasul.

Ananias dan Safira rupanya ingin melakukan hal yang sama. Mereka menjual milik mereka, tetapi hanya memberikan sebagian hasilnya kepada jernaat. Di ayat tersebut tidak dijelaskan dengan detail dimana letak dosa Ananias dan Safira. Barulah di ayat 8 dan 9 terlihat dimana akar masalahnya. Ananias dan Safira seia-sekata mengatakan bahwa mereka telah memberikan jumlah seluruhnya, padahal tidak. Disinilah masalah sebenarnya, bukan mengenai besarnya, bukan pula sebahagian atau seluruh hasil penjualan tanah (ayat 4). Ananias memberi dengan setengah hati, itu masalahnya. Karena orang lain memberi dia ikut-ikut memberi, padahal dalam hatinya dia mau memiliki uang itu, karena itu dia berbohong soal jumlahnya.

Dari sini bisa disimpulkan bahwa Ananias dan Safira melakukannya hanya karena ingin meniru-niru Yusuf, yang oleh rasul-rasul disebut Barnabas; ingin ‘mengambil nama’ agar mendapat pujian.

Tidak dijelaskan dengan detail darimana Rasul Petrus mengetahui Ananias dan Safira berbohong. Hai hai Bengcu, dalam tulisannya di http://sabdaspace.org/node/9844  mengklaim ini kisah ini adalah Pengadilan Yang Tidak Adil.

————————————————————————————–

Atas keterangan dua atau tiga orang saksi haruslah mati dibunuh orang yang dihukum mati; atas keterangan satu orang saksi saja janganlah ia dihukum mati. ulangan 17:6

“Satu orang saksi saja tidak dapat menggugat seseorang mengenai perkara kesalahan apapun atau dosa apapun yang mungkin dilakukannya; baru atas keterangan dua atau tiga orang saksi perkara itu tidak disangsikan. Ulangan 19:15

Maka hakim-hakim itu harus memeriksanya  baik-baik, dan apabila ternyata, bahwa saksi itu seorang saksi  dusta dan bahwa ia telah memberi tuduhan dusta terhadap saudaranya, maka kamu harus memperlakukannya sebagaimana ia bermaksud memperlakukan saudaranya. Demikianlah harus kauhapuskan yang jahat itu dari tengah-tengahmu. Ulangan 19:18-19

Jika ia tidak mendengarkan engkau, bawalah seorang atau dua orang lagi, supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi, perkara itu tidak disangsikan. Matius 18:16

Jika ia tidak mau mendengarkan mereka, sampaikanlah soalnya kepada jemaat. Dan jika ia tidak mau juga mendengarkan jemaat, pandanglah dia sebagai seorang yang tidak mengenal Allah atau seorang pemungut cukai. 18:17

Di Perjanjian Lama, YHWH (TUHAN) menetapkan bahwa pengadilan atas kesalahan harus mengajukan DUA atau TIGA orang saksi. Atas keterangan SATU saksi saja tidak dapat menggugat perkara kesalahan apapun atau dosa apapun atas seseorang. Di Perjanjian Baru, Yesus mengajarkan hal yang sama. Bahkan lebih lanjut Yesus mengajarkan bahwa orang yang dihakimi harus dihadapkan kepada jemaat apabila tidak mengakui kesalahannya atas kesaksian DUA atau TIGA orang dan bila dia tetap kekeh jumekeh menyangkal maka dia DIKUCILKAN dari jemaat. Sama sekali tidak ada hukuman lainnya apalagi hukuman mati. HUKUMAN paling berat dalam jemaat Perjanjian Baru adalah PENGUCILAN.

Ketika petrus menghakimi Ananias, siapa yang tampil menjadi saksi? TIDAK ada! Setelah Ananias mati, Safira bersaksi bahwa Ananias sama sekali tidak bersalah. Kenapa Petrus tidak menuduh Safira bersaksi dusta namun menuduhnya bersama suaminya mencobai Tuhan? Kita tidak tahu karena Alkitab tidak mencatatnya. Ketika Petrus menuduh Ananias dan Safira mencobai Tuhan, siapakah yang tampil bersaksi? TIDAK ada! Tidak ada saksi artinya pengadilan atas Ananias dan istrinya Safira tidak berjalan dengan adil.

Dari mana Petrus tahu bahwa Ananias mendustai Roh Kudus? Dari mana Petrus tahu bahwa Safira bersaksi dusta? Dari mana Petrus tahu bahwa Ananias dan istrinya Safira mencobai Tuhan? Anda pasti menjawab, dari Roh Kudus atau dari Roh Allah atau dari Allah. Namun Alkitab sama sekali tidak mencatat dari mana Petrus mengetahui hal demikian bukan? Mungkin saja Petrus tahu dari Iblis yang menyamar sebagai malaikat terang bukan? Apakah Petrus tahu dari Roh Kudus atau dari iblis yang menyamar sebagai malaikat terang, tetap saja pengadilan itu tidak adil. Kenapa demikian? Karena DUA atau TIGA saksi yang dituntut oleh HUKUM adalah manusia, bukan makluk lain.

Dari mana Petrus tahu bukan masalah utamanya. Masalah utamanya adalah TIDAK ada saksi sama sekali. Masalah utamanya adalah baik Ananias maupun istrinya Safira sama sekali tidak mendapat kesempatan untuk membela diri. Masalah utamanya adalah Alkitab sama sekali tidak mencatat ucapan Ananias ketika dia meletakkan uang di depan kaki rasul-rasul. Masalah utamanya adalah penghakiman atas Ananias dan Safira melanggar ketetapan YHWH dan Yesus tentang DUA atau TIGA saksi. Masalah utamanya adalah siapakah para rasul itu sehingga uang-uang itu harus diletakkan di depan kaki mereka? Kenapa tidak diletakkan di depan mereka?

————————————————————————————–

Di kisah tersebut memang tidak ada keterangan darimana Rasul Petrus mengetahuinya. Ada beberapa kemungkinan.

1. Petrus mengetahuinya dari Allah, ayat 4 : “…Engkau bukan mendustai manusia, tetapi mendustai Allah”.

Tidak diketahui apakah semua Rasul juga mengetahuinya atau tidak. Tetapi di Matius 16:19, dikatakan bahwa Petrus sudah diberikan kunci Kerajaan Surga. Jika rahasia Surga saja sudah diberikan, bukankah ini  berarti hal yang jauh lebih kecil dari Surga diketahui oleh Petrus ?

Matius 16:19 Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.”

2. Ayat 5:6 Lalu datanglah beberapa orang muda; mereka mengapani mayat itu. Tidak dijelaskan dengan detail apakah beberapa orang muda itu melihat kejadian tersebut atau ketika mereka datang, Ananias sudah putus nyawa. Asumsi saya bahwa orang-orang muda itu menjadi saksi mata. Disini berkembang lagi kemungkinan berita bahwa Ananias dan Safira memberikan uang itu secara penuh tersebar dimasyarakat ( Ini mungkin yang jadi motifnya; ingin meniru-niru Yusuf, yang oleh rasul-rasul disebut Barnabas; ingin ‘mengambil nama’ agar mendapat pujian.) dan berita tentang kebohongannya pun mungkin sudah menjadi rahasia umum. Kenapa saya sebut sebagai rahasia umum? Ada 2 hal yang menjadi landasan saya : 1. Pihak pembeli dan para saksi transaksi jual beli bisa jadi memberitahukan harga sebenarnya (hal ini sangat lumrah dalam masyarakat); 2 . Dalam kehidupan bermasyarakat selalu ada patokan atau standar harga sesuatu. Misalnya pasaran tanah  adalah 1 juta/m2 , luas tanah 100 m2. Harusnya harga seluruh tanahnya adalah 100juta. Sementara yang diberikan oleh Ananias dan Safira hanya 50 juta. Dari sini saja sudah ketahuan mereka berbohong.  Di ayat 4 : “…Engkau bukan mendustai manusia, tetapi mendustai Allah.” Ini juga bisa menjadi salah satu bukti kebohongannya sudah diketahui publik (namun bisa juga berarti bahwa kebohongan itu tidak diketahui oleh orang lain).

Dan satu hal lagi…Ada banyak tulisan di dalam Alkitab yang tidak jelas apakah ada saksinya atau tidak. Sebagai contoh : Kitab Yesaya, Amsal, Pengkhotbah, Kidung Agung, dan Wahyu.

Hai hai Bengcu, dalam tulisannya di http://sabdaspace.org/node/9844  mempermasalahkan kisah ini mengenai Pengadilan Yang Adil Dan Kuasa Menghakimi

—————————————————–

Pengadilan Yang Adil Dan Kuasa Menghakimi

Engkau harus mengatakan kepada orang Israel, begini: Setiap orang yang mengutuki Allah harus menanggung kesalahannya sendiri. Imamat 24:15

Siapa yang menghujat  nama TUHAN, pastilah ia dihukum mati dan dilontari dengan batu oleh seluruh jemaah itu. Baik orang asing maupun orang Israel asli, bila ia menghujat nama TUHAN, haruslah dihukum mati. Imamat 24:16

Kemudian datanglah bangsa itu mendapatkan Musa dan berkata: “Kami telah berdosa, sebab kami berkata-kata melawan TUHAN dan engkau; berdoalah kepada TUHAN, supaya dijauhkan-Nya ular-ular ini dari pada kami.” Lalu Musa berdoa untuk bangsa itu. Bilangan 21:7

Dan janganlah kita mencobai Tuhan, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga mereka mati dipagut ular. 1 korintus 10:9

Setiap orang yang mengatakan sesuatu melawan Anak Manusia, ia akan diampuni; tetapi barangsiapa menghujat Roh Kudus, ia tidak akan diampuni. Lukas 12:10

Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: “Terimalah  Roh Kudus. Yohanes 20:22
 
Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada.” Yohanes 20:23

YHWH adalah ADONAI (TUHAN – PENGUASA) sementara ELOHIM adalah QANAH (Allah – PENCIPTA). YHWH lalu MENJELMA menjadi Yesus. Itu sebabnya dikatakan bahwa Yesus adalah KURIOS (Tuhan) sementara Elohim mendapat nama baru dalam bahasa Yunani yaitu THEOS (Allah).

Di dalam Perjanjian Lama, TUHAN (YHWH) MENETAPKAN hukum bahwa yang MENGUTUK Allah akan menanggung KESALAHANNYA sendiri. Artinya Allah yang akan MENGHAKIMI dan menjatuhkan VONIS.

YHWH (TUHAN) juga menetapkan hukum bahwa yang MENGHUJAT nama YHWH harus dihukum MATI. KUASA untuk melakukan HUKUMAN diberikan kepada TIGA gembala (Raja, Imam yang sedang melayani Mesbah, Hakim-hakim). Namun, pengadilan harus dilakukan dengan ADIL. Dengan adil artinya ada DUA atau TIGA saksi. SATU saksi tidak bisa berperkara.

Di Perjanjian Baru Yesus alias KURIOS (TUHAN – PENGUASA) menetapkan HUKUM bahwa yang MENGHUJAT anak manusia (diri-Nya) akan DIAMPUNI. Namun, yang MENGHUJAT Roh Kudus TIDAK akan DIAMPUNI alias Harus MATI. Namun, penghakiman harus dilakukan dengan ADIL. Dengan adil artinya DUA atau TIGA saksi dan bila si tertuduh menyangkal maka hal itu harus disampaikan kepada jemaat dan bila orang itu tetap menyangkal maka dia akan dikucilkan. SATU saksi tidak bisa berperkara.

KUASA PENGHAKIMAN diberikan kepada SEBELAS RASUL. Petrus adalah RASUL yang MEMILIKI kuasa PENGHAKIMAN. KUASA itu HANYA diberikan SECARA langsung oleh Yesus. Itu sebabnya di luar KESEBELAS Rasul TIDAK ada MANUSIA yang memiliki KUASA demikian lagi.

Itu sebabnya dikatakan KARUNIA RASUL Yesus sudah TIDAK ada lagi sebab selain KESEBELAS Rasul, TIDAK ada manusia yang DIBERI kuasa demikian oleh Yesus. Roh Kudus yang turun pada hari Pentakosta adalah ROH kebenaran yang akan memimpin manusia ke dalam SELURUH kebenaran namun bukan Roh Yesus yang memiliki KUASA menghakimi manusia.

petrus dengan KUASA demikian MENGHAKIMI Ananias dan MEMVONIS Ananias menghujat Roh Kudus. Itu sebabnya Ananias mati. Petrus memang tidak MENJATUHKAN hukuman mati namun dia menjatuhkan VONIS, itu sebabnya Ananias mati. Siapa yang menjadi algojo? Roh Kudus, sebab Roh Kudus adalah malaikat alias UTUSAN Allah untuk melayani manusia pilihan TUHAN.

Kata Petrus: “Mengapa kamu berdua bersepakat untuk mencobai Roh Tuhan? Lihatlah, orang-orang yang baru mengubur suamimu berdiri di depan pintu dan mereka akan mengusung engkau juga ke luar.” Kisah Para Rasul 5:9

Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada.” Yohanes 20:23

Bagaimana dengan Safira? Petrus MEMVONIS Safira mencobai Roh Tuhan. Di Perjanjian Lama, mencobai TUHAN (YHWH) tidak dihukum oleh manusia namun dihukum sendiri oleh TUHAN. Contohnya adalah ketika bangsa Israel mencobai TUHAN lalu Tuhan menghukum mereka dengan mengirimkan ular serafim (Nachas Saraph). Bila demikian, kenapa Safira mati? Safira mati sebab Petrus menjatuhkan VONIS mati baginya.

Apabila Petrus main hakim sendiri dengan sewenang-wenang, kenapa Ananias dan Safira mati? Kenapa Allah membiarkan hal itu terjadi? Kenapa Yesus membiarkan hal itu terjadi? Kenapa Roh Kudus membiarkan hal itu terjadi? Kenapa Bapa membiarkan hal itu terjadi? Karena KUASA untuk menghakimi sudah diberikan kepada Petrus.

Yang dilakukan Petrus itu baik atau jahat? Menurut Petrus, yang dia lakukan itu baik, itu sebabnya dia melakukannya. Menurut YHWH dan Yesus yang dilakukan Petrus itu baik atau jahat? Menurut HUKUM YHWH dan Yesus yang tercatat di dalam Alkitab, yang dilakukan oleh Petrus itu jahat. Dia main hakim sendiri dengan sewenang-wenang dan melanggar ketetapan YHWH dan Yesus tentang DUA atau TIGA orang saksi.

Siapa yang menumpahkan darah manusia, darahnya akan tertumpah  oleh manusia , sebab Allah membuat manusia itu menurut gambar-Nya sendiri. Kejadian 9:6

Menurut Allah (Theos) yang dilakukan oleh Petrus itu baik atau jahat? Menurut HUKUM Allah yang tertulis di dalam Alkitab, yang dilakukan oleh Petrus itu jahat. Dia akan menerima hukuman yaitu mati di tangan manusia.

Menurut Yesus kristus alias Tuhan Allah alias Kristus Yesus, apakah yang dilakukan oleh Petrus itu jahat? TIDAK! Kenapa demikian? Karena Petrus tidak tahu yang dilakukannya. Dari mana kita tahu bahwa Petrus tidak tahu yang dilakukannya? Karena dia melakukannya bukan untuk kepentingan pribadi namun membela Roh Kudus dan Roh Tuhan.

Rasul Paulus Dan Kuasa Penghakiman

Mereka mengelilingi seluruh pulau itu sampai ke Pafos. Di situ mereka bertemu dengan seorang Yahudi bernama Baryesus. Ia seorang tukang sihir dan nabi palsu. Kisah Para Rasul 13:6

Ia adalah kawan gubernur pulau itu, Sergius Paulus, yang adalah orang cerdas. Gubernur itu memanggil Barnabas dan Saulus, karena ia ingin mendengar firman Allah. Kisah Para Rasul 13:7

Tetapi Elimas–demikianlah namanya dalam bahasa Yunani–, tukang sihir itu, menghalang-halangi mereka dan berusaha membelokkan gubernur itu dari imannya. Kisah Para Rasul 13:8

Tetapi Saulus, juga disebut Paulus, yang penuh dengan Roh Kudus, menatap dia, Kisah Para Rasul 13:9

dan berkata: “Hai anak Iblis, engkau penuh dengan rupa-rupa tipu muslihat dan kejahatan, engkau musuh segala kebenaran, tidakkah engkau akan berhenti membelokkan Jalan Tuhan yang lurus itu? Kisah Para Rasul 13:10

Sekarang, lihatlah, tangan Tuhan datang menimpa engkau, dan engkau menjadi buta, beberapa hari lamanya engkau tidak dapat melihat matahari.” Dan seketika itu juga orang itu merasa diliputi kabut dan gelap, dan sambil meraba-raba ia harus mencari orang untuk menuntun dia. Kisah Para Rasul 13:11

Melihat apa yang telah terjadi itu, percayalah gubernur itu; ia takjub oleh ajaran Tuhan. Kisah Para Rasul 13:12

Paulus adalah Rasul Yesus Kristus, namun dia juga adalah Rasul Kristus Yesus. Sama seperti Petrus, dia juga dipilih secara pribadi oleh Yesus. Perbedaan-Nya adalah dia dipilih setelah Yesus naik Ke sorga. Dan ketika dia dipilih, Yesus tidak nampak sebagai manusia. Namun Paulus juga memiliki kuasai menghakimi. Ayat-ayat tersebut di atas mencatat kisahnya.

Paulus sama sekali tidak menghukum mati Elimas, namun menghukumnya buta beberapa hari. Penghukuman Paulus membuat gubernur itu TAKJUB oleh ajaran Tuhan. Hal itu berbeda dengan akibat penghukuman Petrus yang membuat jemaat KETAKUTAN.

—————————————————-

Bandingkan dengan ayat :

*Yohanes 20:23 : Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada

* Matius 18:18-19
18:18 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.
18:19 Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apa pun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga.

Petrus diberikan kuasa mengampuni, tetapi mengapa tidak mengampuninya? .Kernatian mereka yang tiba-tiba, tanpa memiliki kesempatan untuk bertobat, mungkin didasari oleh dua alasan :

  • Itulah pertama kalinya seorang percaya menantang Allah dalam Gereja mula-mula, sehingga Allah perlu melakukan tindakan yang jelas dan tegas untuk mencegah timbulnya kesalahpahaman mengenai realitas kehadiran-Nya dan kesediaan-Nya untuk mendengar dan menghakimi.
  • Pada waktu itu kehidupan rohani sangat kuat, dan di mana kehadiran Allah dialami secara lebih mendalam maka dosa menentang kehadiran Allah itu menjadi lebih serius. Selain itu mungkin ada unsur belas kasihan dalam penghakiman tersebut. Meskipun kematian merupakan hukuman yang paling mengerikan menurut pandangan manusia, dalam pandangan Tuhan kernatian itu jauh lebih ringan daripada kita semakin jauh terseret ke dalam dosa dan tipu daya: hukurnan Tuhan yang lebih awal itu mencegah sikap murtad (I Korintus 11:32).

Selain itu lihat di Matius 18:18-1,”… Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apa pun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga…”, sementara di Kisah Ananias dan Safira ini tidak ada yang memohon pengampunan dosa bagi mereka. Jika saja ada yang memohon pengampunan, ceritanya bisa berbeda (kita hanya bisa mereka-reka…).

Masalah utamanya adalah siapakah para rasul itu sehingga uang-uang itu harus diletakkan di depan kaki mereka? Kenapa tidak diletakkan di depan mereka? “Kisah 5:2 Dengan setahu isterinya ia menahan sebagian dari hasil penjualan itu w  dan sebagian lain dibawa dan diletakkannya di depan kaki x  rasul-rasul.”.  Ini juga kami diskusikan. Kenapa diletakkan di depan kaki rasul-rasul. Harap dicatat bahwa pada waktu itu kemungkinan belum ada yang menjabat menjadi bendahara.. Tidak ada tempat persembahan yang cukup besar untuk menampung semua persembahan dari jemaat. Mungkin jika rekan-rekan pernah menonton penggalan film, dimana seorang janda yang memberikan persembahan, terlihat peti persembahan tidak terlalu besar dan memiliki lobang untuk memasukkan persembahan kecil. Uang hasil penjualan tanah/harta benda nilainya cukup besar, mungkin bisa berkantong-kantong, yang tentu saja tidak muat didalam peti persembahan. Sehingga mereka meletakkan di kaki para rasul. Jangan pernah berpikir akan ada meja perbendaharaan disaat itu. Selain saat itu masih sangat sederhana. Juga meja tersebut tidak akan cukup kuat untuk menahan berat uang-uang persembahan. (Lukas 21:1 1 Ketika Yesus mengangkat muka-Nya, Ia melihat orang-orang kaya memasukkan persembahan mereka ke dalam peti persembahan. i  21:2 Ia melihat juga seorang janda miskin memasukkan dua peser ke dalam peti itu. 21:3 Lalu Ia berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang itu. 21:4 Sebab mereka semua memberi persembahannya dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, bahkan ia memberi seluruh nafkahnya. j “)

Referensi : Tentu saja Alkitab 😀

http://www.sarapanpagi.org/8-mengapa-kamu-mencobai-roh-tuhan-vt1303.html

http://sabdaspace.org/node/9844

Read Full Post »